Peranan Pendidikan Kewarganegaraan pada Kasus Bullying di Sekolah
Keywords:
perundungan, pendidikan kewarganegaraan, karakter, toleransi , sekolahAbstract
Kasus perundungan di sekolah-sekolah Indonesia kian meningkat dan membawa dampak serius terhadap perkembangan psikologis serta emosional peserta didik. Tindakan bullying jelas bertentangan dengan nilai-nilai fundamental Pancasila maupun Undang-Undang Dasar 1945, khususnya sila kedua yang menekankan pada kemanusiaan yang adil dan beradab. Dalam konteks ini, mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan memiliki peranan strategis dalam upaya pencegahan sekaligus penanganan bullying, yakni melalui penanaman nilai empati, toleransi, serta penghormatan terhadap hak asasi manusia sejak usia dini. Penelitian ini menerapkan metode kajian literatur untuk menelaah bagaimana Pendidikan Kewarganegaraan berkontribusi dalam pembentukan karakter moral siswa sehingga mereka mampu mengenali, menolak, dan mencegah perilaku perundungan, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman, harmonis, dan inklusif. Temuan studi memperlihatkan bahwa selain kegiatan pembelajaran formal, dukungan dan pengawasan dari guru, orang tua, serta masyarakat memegang peranan yang sangat penting dalam meminimalkan terjadinya bullying. Kolaborasi antara pendidikan karakter dalam PKn dengan program sekolah ramah anak terbukti mampu menekan angka perundungan sekaligus membentuk pribadi siswa yang berkarakter positif.











